Exercise softskill minggu 1
EXERCISE 21 : CONDITIONAL SENTENCES
1. Understood
2. Couldn’t
3. Would give
4. Would tell
5. Would
6. Had
7. Stop
8. Needed
9. Would find
10. Enjoyed
11. Paint
12. Were
13. Writes
14. Permited
15. Spent
16. Will accept
17. Bought
18. Decided
19. Would write
20. Will leak
21. Studied
22. Had hear
23. Seeing
24. Gets
25. Turned
26. Were
27. Would call
28. Would talk
29. Explained
30. Speaks
EXERCISE 22: Used to
1. Eating
2. Eat
3. Swim
4. Like
5. Speaking
6. Studying
7. Dance
8. Sleeping
9. Eating
10. Eating
EXERCISE 26: ADJECTIVES AND ADVERBS
1. Well
2. Intense
3. Brightly
4. Fluent
5. Fluently
6. Smooth
7. Accuraltely
8. Bitter
9. Soon
10. Fast
EXERCISE 27: LINGKING (COPULATIVE) VERBS
1. Terrible
2. Well
3. Good
4. Calmly
5. Sick
6. Quickly
7. Dilligently
8. Vehemently
9. Relaxedly
10. Noisy
EXERCISE 28: COMPARISON
1. As soon
2. More important
3. As well
4. More expensive
5. As hot
6. More falented
7. More colorful
8. More happy
9. More bad
10. Faster
EXERCISE 29 : COMPARISONS
1. Than
2. Than
3. From
4. Than
5. As
6. Than
7. As
8. Than
9. Than
10. Than
EXERCISE 30: COMPARISONS
1. Best
2. Happies
3. Faster
4. Creamiest
5. More colorful
6. Better
7. Well
8. More awkwardly
9. Least
10. Prettiest
Adjectives and Adverbs
Kata sifat terbagi dalam dua kategori descriptieve dan membatasi kata sifat deskriptif adalah mereka yang menggambarkan warna, ukuran, atau kualitas seseorang atau sesuatu (kata benda kata ganti kami). membatasi rescictons kata sifat tempat pada kata mereka memodifikasi (kuantitas, jarak, pemilikan, dll). Catatan: hanya ini dan mereka adalah bentuk jamak. semua yang lain tetap sama apakah kata benda tunggal atau jamak.
Contoh kalimat conditional sentence :
- If you go to the zoo,you’ll see the Sumatran tiger.
- You’ll see the Sumatran tiger if you go to the zoo.
Minggu, 25 Maret 2012
Senin, 26 Desember 2011
pandangan etika terhadap praktek bisnis yang curang
pandangan etika terhadap praktek bisnis yang curang..
Pandangan etika terhadap praktek bisnis yang curang:
Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia, dan prinsip-prinsip ini sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.
Sonny Keraf (1998) menjelaskan, bahwa prinsip etika bisnis sebagai berikut;
1. Prinsip otonomi; adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip kejujuran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3. Prinsip keadilan; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
5. Prinsip integritas moral; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.
Pertanyaan nya bagaimana menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis ini agar benar-benar dapat operasional? Sonny juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya banyak perusahaan besar telah mengambil langkah yang tepat kearah penerapan prinsip-prinsip etika bisnis ini, kendati prinsip yang dianut bisa beragam. Pertama-tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture). Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau filsafat bisnis pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai bisnis yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang berarti Visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut baik keluar maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis, sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di perusahaan tersebut. Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip yang dianut perusahaan.
Berkembang tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan tersebut.
contoh pelanggaran perusahaan:Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit.
contoh kasus:
Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit
Menurut saya tentang masalah ini: Maka untuk menjalankan bisnis yang beretika kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Jangan sampai ketika bisnis semakin berkembang dan menjadi besar, bisnis yang kita jalani semakin tidak mempunyai etika karena si pemilikpun kurang mengerti etika berbisnis. Walaupun bisnis kita kecil dan dianggap kacangan tetap perlu rambu-rambu etika itu diperhatikan. Yang penting harus diingat perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Pandangan etika terhadap praktek bisnis yang curang:
Secara umum, prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai manusia, dan prinsip-prinsip ini sangat erat terkait dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.
Sonny Keraf (1998) menjelaskan, bahwa prinsip etika bisnis sebagai berikut;
1. Prinsip otonomi; adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
2. Prinsip kejujuran. Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
3. Prinsip keadilan; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
4. Prinsip saling menguntungkan (mutual benefit principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
5. Prinsip integritas moral; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan/orang2nya maupun perusahaannya.
Pertanyaan nya bagaimana menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis ini agar benar-benar dapat operasional? Sonny juga menjelaskan, bahwa sesungguhnya banyak perusahaan besar telah mengambil langkah yang tepat kearah penerapan prinsip-prinsip etika bisnis ini, kendati prinsip yang dianut bisa beragam. Pertama-tama membangun apa yang dikenal sebagai budaya perusahaan (corporate culture). Budaya perusahaan ini mula pertama dibangun atas dasar Visi atau filsafat bisnis pendiri suatu perusahaan sebagai penghayatan pribadi orang tersebut mengenai bisnis yang baik. Visi ini kemudian diberlakukan bagi perusahaannya, yang berarti Visi ini kemudian menjadi sikap dan perilaku organisasi dari perusahaan tersebut baik keluar maupun kedalam. Maka terbangunlah sebuah etos bisnis, sebuah kebiasaan yang ditanamkan kepada semua karyawan sejak diterima masuk dalam perusahaan maupun secara terus menerus dievaluasi dalam konteks penyegaran di perusahaan tersebut. Etos inilah yang menjadi jiwa yang menyatukan sekaligus juga menyemangati seluruh karyawan untuk bersikap dan berpola perilaku yang kurang lebih sama berdasarkan prinsip yang dianut perusahaan.
Berkembang tidaknya sebuah etos bisnis ditentukan oleh gaya kepemimpinan dalam perusahaan tersebut.
contoh pelanggaran perusahaan:Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit.
contoh kasus:
Sebuah RS Swasta melalui pihak Pengurus mengumumkan kepada seluruh karyawan yang akan mendaftar PNS secara otomotais dinyatakan mengundurkan diri. A sebagai salah seorang karyawan di RS Swasta itu mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus karena menurut pendapatnya ia diangkat oleh Pengelola dalam hal ini direktur, sehingga segala hak dan kewajiban dia berhubungan dengan Pengelola bukan Pengurus. Pihak Pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi mengenai kebijakan tersebut.
Karena sikapnya itu, A akhirnya dinyatakan mengundurkan diri. Dari kasus ini RS Swasta itu dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas karena tidak ada kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban antara Pengelola dan Pengurus Rumah Sakit
Menurut saya tentang masalah ini: Maka untuk menjalankan bisnis yang beretika kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Jangan sampai ketika bisnis semakin berkembang dan menjadi besar, bisnis yang kita jalani semakin tidak mempunyai etika karena si pemilikpun kurang mengerti etika berbisnis. Walaupun bisnis kita kecil dan dianggap kacangan tetap perlu rambu-rambu etika itu diperhatikan. Yang penting harus diingat perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan.
Kamis, 29 September 2011
jelaskan manfaat bagi perusahaan dengan menetapkan etika bisnis
Etika adalah :
Etika adalah cara bersikap dan bertindak benar. Sikap dan Tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan selanjutnya membentuk KULTUR.
Upaya mendorong dan membangun etika dan kultur yang sehat di dalam bisnis akan membentuk iklim bisnis yang kondusif Kultur adalah :
Kultur (perusahaan) adalah perbuatan, kebiasaan dan disiplin kerja yang dilakukan manusia dalam satu organisasi perusahaan yang sehari-hari dilihat, dirasakan dan memberikan kesan kepada pihak luar jika mereka berhubungan dengan (orang-orang dalam) perusahaan tersebut. Kultur dibangun dan terbentuk dari paradigma dan tata-nilai yang dianut oleh pelaku bisnis dalam perusahaan tersebut. Tata-nilai tersebut (amat) mempengaruhi moralitas dan etika bisnis pelakunya
Etika Bisnis adalah :
• Suatu tatanan tentang standar moral dan cara mengimplimentasikannya dalam suatu organisasi bisnis dan orang-orang yang bekerja dalam organisasi itu.
• Acuan dan referensi bagi perusahaan dan karyawan dalam melaksanakan bisnis sehari-hari (mengajukan, memutuskan, dan mememecahkan masalah) yang bias membedakan antara yang benar dan yang salah.
• Penerapan etika bisnis. Ini merupakan penerapan dari pemahaman mengenai berbagai hal yang baik dan benar dalam perusahaan meliputi aktivitas, teknologi, transaksi dalam rangka pencapaian usaha perusahaan.
Prinsip dasar dalam membangun etika bisnis adalah adanya dua hal yaitu tata nilai yang dijunjung tinggi meliputi:
• Dapat dipercaya (trustworthy)
• Keadilan
• Integritas (integrity)
• Kejujuran (honesty)
dan ketaatan terhadap peraturan dan perundang-undangan berlaku. Dengan dua hal tersebut sebagai sumber nilai dasar, maka manajemen menerapkan tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam operasional perusahaan sehari-hari secara konsisten. Untuk mencapai keberhasilan tujuan perusahaan dalam jangka panjang, maka penerapan good corporate governance harus dilandasi oleh integritas yang tinggi dari semua yang terlibat di dalam organisasi mulai dari level yang tertinggi sampai dengan yang terendah. Oleh karena itu, diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan dalam menerapkan nilai-nilai dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Tiga prinsip dasar harus dimiliki perusahaan yaitu:
1 Nilai-nilai perusahaan.
Nilai-nilai perusahaan menggambarkan sikap moral perusahaan dalam melaksanakan bisnis. Nilai-nilai perusahaan itu tercermin dalam visi dan misi perusahaan. Dalam perumusan visi dan misi itu perlu memperhatikan dan menyesuaikan dengan sektor dan karakter usaha serta letak geografis perusahaan. Sumber nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai nilai-nilai perusahan adalah yang bersifat universal yaitu
- terpercaya
- adil
- jujur.
• Etikabisnis.
Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan usaha dan berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Etika bisnis harus dijabarkan ke dalam bentuk pedoman perilaku sehingga setiap orang dari semua level organisasi di dalam perusahaan mengerti dan memahami dan secara konsisten dan terus menerus melaksanakan bisnis secara beretika, dengan didasari pedoman perilaku yang telah ditetapkan di dalam perusahaan. Dengan demikian, apabila pelaksanaan etika bisnis dilakukan secara berkesinambungan, maka akan membentuk budaya perusahaan yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai perusahaan.•
1. Pedoman perilaku.Penjabaran nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis dalam bentuk pedoman perilaku, sebagai acuan dalam melakukan usaha mencakup:
2. Benturan kepentingan Bila terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, pengurus perusahaan, serta karyawan, maka :
- Harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan ekonomis pribadi.
- Dilarang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi.
- Harus diambil keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan.
- Keputusan (RUPS) dalam hal ada pemegang saham yang memiliki benturan kepentingan.
- Pernyataan tidak memiliki benturan kepentingan dan telah melaksanakan pedoman perilaku.
• Pemberian dan penerimaan hadiah.
Setiap anggota organ perusahaan serta karyawan :
- Dilarang memberikan, menawarkan, atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
- Membuat pernyataan tidak memberikan dan atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
Donasi atau pemberian aset kepada partai politik atau calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana ditetapkan oleh perusahaan, donasi untuk amal dapat dibenarkan.
• Kepatuhan terhadap peraturan
- Anggota organisasi perusahaan dan karyawan harus melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan.
- Dewan Komisaris harus memastikan bahwa Direksi dan karyawan perusahaan melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan.
- Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta, utang dan modal secara benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
• Kerahasiaan informasi Anggota organ perusahaan dan pemegang saham serta karyawan:
- Harus menjaga kerahasiaan informasi sesuai dengan peraturan dan kelaziman.
- Dilarang menyalahgunakan informasi, termasuk rencana akusisi, merger, dan
buy back saham.. Mantan anggota organisasi perusahaan dan karyawan serta bekas pemegang saham, dilarang mengungkapkan informasi rahasia, kecuali diperlukan untuk pemeriksaan dan penyidikan, atau tidak lagi menjadi rahasia perusahaan .
• Pelaporan atas pelanggaran dan perlindungan saksi
- Dewan Komisaris berkewajiban untuk menerima dan memastikan bahwa pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, dan peraturan-peraturan diproses secara wajar dan tepat waktu.
- Setiap perusahaan harus menyusun peraturan yang menjamin perlindungan terhadap individu yang melaporkan terjadinya pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, dan peraturan-peraturan. Pelaksanaannya dapat dilakukan oleh komite yang bertugas untuk itu. Dalam melaksanakan etika bisnis yang terus dikembangkan melibatkan karyawan untuk memikul tanggung jawab dan peran pemimpin perusahaan. Tanggung jawab karyawan adalah :
• Mentaati ketentuan perundang-undangan dan peraturan intern perusahaan
• Melindungi harta (aset) perusahaan
• Mendahulukan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi
• Adil dan saling menghormati baik dengan sesama pegawai maupun dengan stakeholders perusahaan.
• Menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran • Bekerja sama dengan baik (internal relationship)
Sedangkan peran pemimpin perusahaan adalah:
Membuat aparat perusahaan mengetahui dan menyadari adanya etika bisnis dengan:
• Memberikan penjelasan dan mengingatkan alasan dan suasana diperlukannya etika bisnis
• Membuat semua aparat perusahaan mengerti makna etika bisnis
• Membuat semua aparat menyadari konsekuensi dari dilaksanakannya atau tidak dilaksanakannya etika bisnis. Apabila semua lapisan di dalam organisasi telah melaksanakan etika bisnis maka akan diperoleh manfaat antara lain :
• Menunjang profesionalisme dan keberhasilan perusahaan secara jangka panjang (reputasi dan kredibilitas)
• Sebagai acuan dan panduan dalam melakukan bisnis dengan benar (mengatasi konflik kepentingan, menjaga aset perusahaan, menghindari penggunaan waktu untuk pribadi)
• Menghindari terjadinya tindakan-tindakan tidak etis dalam perusahaan karena biaya yang diperlukan untuk memperbaiki sangat mahal
• Untuk memenangkan persaingan dalam kondisi perobahan yang sangat cepat dan persaingan yang semakin ketat.
Etika adalah cara bersikap dan bertindak benar. Sikap dan Tindakan yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan dan selanjutnya membentuk KULTUR.
Upaya mendorong dan membangun etika dan kultur yang sehat di dalam bisnis akan membentuk iklim bisnis yang kondusif Kultur adalah :
Kultur (perusahaan) adalah perbuatan, kebiasaan dan disiplin kerja yang dilakukan manusia dalam satu organisasi perusahaan yang sehari-hari dilihat, dirasakan dan memberikan kesan kepada pihak luar jika mereka berhubungan dengan (orang-orang dalam) perusahaan tersebut. Kultur dibangun dan terbentuk dari paradigma dan tata-nilai yang dianut oleh pelaku bisnis dalam perusahaan tersebut. Tata-nilai tersebut (amat) mempengaruhi moralitas dan etika bisnis pelakunya
Etika Bisnis adalah :
• Suatu tatanan tentang standar moral dan cara mengimplimentasikannya dalam suatu organisasi bisnis dan orang-orang yang bekerja dalam organisasi itu.
• Acuan dan referensi bagi perusahaan dan karyawan dalam melaksanakan bisnis sehari-hari (mengajukan, memutuskan, dan mememecahkan masalah) yang bias membedakan antara yang benar dan yang salah.
• Penerapan etika bisnis. Ini merupakan penerapan dari pemahaman mengenai berbagai hal yang baik dan benar dalam perusahaan meliputi aktivitas, teknologi, transaksi dalam rangka pencapaian usaha perusahaan.
Prinsip dasar dalam membangun etika bisnis adalah adanya dua hal yaitu tata nilai yang dijunjung tinggi meliputi:
• Dapat dipercaya (trustworthy)
• Keadilan
• Integritas (integrity)
• Kejujuran (honesty)
dan ketaatan terhadap peraturan dan perundang-undangan berlaku. Dengan dua hal tersebut sebagai sumber nilai dasar, maka manajemen menerapkan tata kelola yang baik (good corporate governance) dalam operasional perusahaan sehari-hari secara konsisten. Untuk mencapai keberhasilan tujuan perusahaan dalam jangka panjang, maka penerapan good corporate governance harus dilandasi oleh integritas yang tinggi dari semua yang terlibat di dalam organisasi mulai dari level yang tertinggi sampai dengan yang terendah. Oleh karena itu, diperlukan pedoman perilaku yang dapat menjadi acuan dalam menerapkan nilai-nilai dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya perusahaan.
Tiga prinsip dasar harus dimiliki perusahaan yaitu:
1 Nilai-nilai perusahaan.
Nilai-nilai perusahaan menggambarkan sikap moral perusahaan dalam melaksanakan bisnis. Nilai-nilai perusahaan itu tercermin dalam visi dan misi perusahaan. Dalam perumusan visi dan misi itu perlu memperhatikan dan menyesuaikan dengan sektor dan karakter usaha serta letak geografis perusahaan. Sumber nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai nilai-nilai perusahan adalah yang bersifat universal yaitu
- terpercaya
- adil
- jujur.
• Etikabisnis.
Etika bisnis adalah acuan bagi perusahaan dalam melakukan kegiatan usaha dan berinteraksi dengan pemangku kepentingan. Etika bisnis harus dijabarkan ke dalam bentuk pedoman perilaku sehingga setiap orang dari semua level organisasi di dalam perusahaan mengerti dan memahami dan secara konsisten dan terus menerus melaksanakan bisnis secara beretika, dengan didasari pedoman perilaku yang telah ditetapkan di dalam perusahaan. Dengan demikian, apabila pelaksanaan etika bisnis dilakukan secara berkesinambungan, maka akan membentuk budaya perusahaan yang merupakan manifestasi dari nilai-nilai perusahaan.•
1. Pedoman perilaku.Penjabaran nilai-nilai perusahaan dan etika bisnis dalam bentuk pedoman perilaku, sebagai acuan dalam melakukan usaha mencakup:
2. Benturan kepentingan Bila terdapat konflik antara kepentingan ekonomis perusahaan dan kepentingan ekonomis pribadi pemegang saham, pengurus perusahaan, serta karyawan, maka :
- Harus senantiasa mendahulukan kepentingan ekonomis perusahaan diatas kepentingan ekonomis pribadi.
- Dilarang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan atau keuntungan pribadi.
- Harus diambil keputusan yang mengandung unsur benturan kepentingan.
- Keputusan (RUPS) dalam hal ada pemegang saham yang memiliki benturan kepentingan.
- Pernyataan tidak memiliki benturan kepentingan dan telah melaksanakan pedoman perilaku.
• Pemberian dan penerimaan hadiah.
Setiap anggota organ perusahaan serta karyawan :
- Dilarang memberikan, menawarkan, atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
- Membuat pernyataan tidak memberikan dan atau menerima sesuatu yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan.
Donasi atau pemberian aset kepada partai politik atau calon anggota badan legislatif maupun eksekutif, hanya boleh dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam batas kepatutan sebagaimana ditetapkan oleh perusahaan, donasi untuk amal dapat dibenarkan.
• Kepatuhan terhadap peraturan
- Anggota organisasi perusahaan dan karyawan harus melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan.
- Dewan Komisaris harus memastikan bahwa Direksi dan karyawan perusahaan melaksanakan peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan.
- Perusahaan harus melakukan pencatatan atas harta, utang dan modal secara benar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
• Kerahasiaan informasi Anggota organ perusahaan dan pemegang saham serta karyawan:
- Harus menjaga kerahasiaan informasi sesuai dengan peraturan dan kelaziman.
- Dilarang menyalahgunakan informasi, termasuk rencana akusisi, merger, dan
buy back saham.. Mantan anggota organisasi perusahaan dan karyawan serta bekas pemegang saham, dilarang mengungkapkan informasi rahasia, kecuali diperlukan untuk pemeriksaan dan penyidikan, atau tidak lagi menjadi rahasia perusahaan .
• Pelaporan atas pelanggaran dan perlindungan saksi
- Dewan Komisaris berkewajiban untuk menerima dan memastikan bahwa pengaduan tentang pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, dan peraturan-peraturan diproses secara wajar dan tepat waktu.
- Setiap perusahaan harus menyusun peraturan yang menjamin perlindungan terhadap individu yang melaporkan terjadinya pelanggaran terhadap etika bisnis, pedoman perilaku, dan peraturan-peraturan. Pelaksanaannya dapat dilakukan oleh komite yang bertugas untuk itu. Dalam melaksanakan etika bisnis yang terus dikembangkan melibatkan karyawan untuk memikul tanggung jawab dan peran pemimpin perusahaan. Tanggung jawab karyawan adalah :
• Mentaati ketentuan perundang-undangan dan peraturan intern perusahaan
• Melindungi harta (aset) perusahaan
• Mendahulukan kepentingan perusahaan di atas kepentingan pribadi
• Adil dan saling menghormati baik dengan sesama pegawai maupun dengan stakeholders perusahaan.
• Menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran • Bekerja sama dengan baik (internal relationship)
Sedangkan peran pemimpin perusahaan adalah:
Membuat aparat perusahaan mengetahui dan menyadari adanya etika bisnis dengan:
• Memberikan penjelasan dan mengingatkan alasan dan suasana diperlukannya etika bisnis
• Membuat semua aparat perusahaan mengerti makna etika bisnis
• Membuat semua aparat menyadari konsekuensi dari dilaksanakannya atau tidak dilaksanakannya etika bisnis. Apabila semua lapisan di dalam organisasi telah melaksanakan etika bisnis maka akan diperoleh manfaat antara lain :
• Menunjang profesionalisme dan keberhasilan perusahaan secara jangka panjang (reputasi dan kredibilitas)
• Sebagai acuan dan panduan dalam melakukan bisnis dengan benar (mengatasi konflik kepentingan, menjaga aset perusahaan, menghindari penggunaan waktu untuk pribadi)
• Menghindari terjadinya tindakan-tindakan tidak etis dalam perusahaan karena biaya yang diperlukan untuk memperbaiki sangat mahal
• Untuk memenangkan persaingan dalam kondisi perobahan yang sangat cepat dan persaingan yang semakin ketat.
jelaskan makna pokok dari etika bisnis
Etika sebagai praktis berarti : nilai-nilai dan norma-norma moral sejauh dipraktikan atau justru tidak dipraktikan, walaupun seharusnya dipraktikkan. Etika sebagai refleksi adalah pemikiran moral. Dalam etika sebagai refleksi kita berfikir tentang apa yang dilakukan dan khususnya tentang apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan. Secara filosofi etika memiliki arti yang luas sebagai pengkajian moralitas. Terdapat tiga bidang dengan fungsi dan perwujudannya yaitu etika deskriptif (descriptive ethics), dalam konteks ini secara normatif menjelaskan pengalaman moral secara deskriptif berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan dan tujuan sesuatu tindakan dalam tingkah laku manusia. Kedua, etika normatif (normative ethics), yang berusaha menjelaskan mengapa manusia bertindak seperti yang mereka lakukan, dan apakah prinsip-prinsip dari kehidupan manusia. Ketiga, metaetika (metaethics), yang berusaha untuk memberikan arti istilah dan bahasa yang dipakai dalam pembicaraan etika, serta cara berfikir yang dipakai untuk membenarkan pernyataan-pernyataan etika. Matematika mempertanyakan makna yang dikandung oleh istilah-istilah kesusilaan yang dipakai untuk membuat tanggapan-tanggapan kesusilaan (Bambang Rudito dan Melia Famiola: 2007)
Apa yang mendasari para pengambil keputusan yang berperan untuk pengambilan keputusan yang tak pantas dalam bekerja? Para manajer menunjuk pada tingkah laku dari atasan-atasan mereka dan sifat alami kebijakan organisasi mengenai pelanggaran etika atau moral. Karenanya kita berasumsi bahwa suatu organisasi etis, merasa terikat dan dapat mendirikan beberapa struktur yang memeriksa prosedur untuk mendorong oraganisasi ke arah etika dan moral bisnis. Organisasi memiliki kode-kode sebagai alat etika perusahaan secara umum. Tetapi timbul pertanyaan: dapatkah suatu organisasi mendorong tingkah laku etis pada pihak manajerial-manajerial pembuat keputusan? (Laura Pincus hartman:1998)Alasan mengejar keuntungan, atau lebih tepat, keuntungan adalah hal pokok bagi kelangsungan bisnis merupakan alasan utama bagi setiap perusahaan untuk berprilakutidak etis. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk, bahkan secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima. Karena pertama, secara moral keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan (survive) dalam kegiatan bisnisnya.Kedua, tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang produktif dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Ketiga, keuntungan tidak hanya memungkinkan perusahaan survive melainkan dapat menghidupi karyawannya ke arah tingkat hidup yang lebih baik. Keuntungan dapat dipergunakan sebagai pengembangan (expansi) perusahaan sehingga hal ini akan membuka lapangan kerja baru.
Dalam mitos bisnis amoral diatas sering dibayangkan bisnis sebagai sebuah medan pertempuran. Terjun ke dunia bisnis berarti siap untuk betempur habis-habisan dengan sasaran akhir yakni meraih keuntungan, bahkan keuntungan sebesar-besarnya secara konstan. Ini lebih berlaku lagi dalam bisnis global yang mengandalkan persaingan ketat. Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apakah tujuan keuntungan yang dipertaruhkan dalam bisnis itu bertentangan dengan etika? Atau sebaliknya apakah etika bertentangan dengan tujuan bisnis mencari keuntungan? Masih relevankah kita bicara mengenai etika bagi bisnis yang memiliki sasaran akhir memperoleh keuntungan?
Dalam mitos bisnis modern para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya. Mereka memiliki keterampilan dan keahlian bisnis melebihi orang kebanyakan, ia harus mampu untuk memperlihatkan kinerja yang berada diatas rata-rata kinerja pelaku bisnis amatir. Yang menarik kinerja ini tidak hanya menyangkut aspek bisnis, manajerial, dan organisasi teknis semata melainkan juga menyangkut aspek etis. Kinerja yang menjadi prasarat keberhasilan bisnis juga menyangkut komitmen moral, integritas moral, disiplin, loyalitas, kesatuan visi moral, pelayanan, sikap mengutamakan mutu, penghargaan terhadap hak dan kepentingan pihak-pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders), yang lama kelamaan akan berkembang menjadi sebuah etos bisnis dalam sebuah perusahaan. Perilaku Rasulullah SAW yang jujur transparan dan pemurah dalam melakukan praktik bisnis merupakan kunci keberhasilannya mengelola bisnis Khodijah ra, merupakan contoh kongkrit tentang moral dan etika dalam bisnis.Dalam teori Kontrak Sosial membagi tiga aktivitas bisnis yang terintegrasi. Pertama adalah Hypernorms yang berlaku secara universal yakni ; kebebasan pribadi, keamanan fisik & kesejahteraan, partisipasi politik, persetujuan yang diinformasikan, kepemilikan atas harta, hak-hak untuk penghidupan, martabat yang sama atas masing-masing orang/manusia.
Kedua, Kontrak Sosial Makro, landasan dasar global adalah; ruang kosong untuk muatan moral, persetujuan cuma-cuma dan hak-hak untuk diberi jalan keluar, kompatibel dengan hypernorms, prioritas terhadap aturan main. Ketiga, Kontrak Sosial Mikro, sebagai landasan dasar komunitas; tidak berdusta dalam melakukan negosiasi-negosiasi, menghormati semua kontrak, memberi kesempatan dalam merekrut pegawai bagi penduduk lokal, memberi preferensi kontrak para penyalur lokal, menyediakan tempat kerja yang aman (David J. Frizsche: 1997)Dalam semua hubungan, kepercayaan adalah unsur dasar. Kepercayaan diciptakan dari kejujuran. Kejujuran adalah satu kualitas yang paling sulit dari karakter untuk dicapai didalam bisnis, keluarga, atau dimanapun gelanggang tempat orang-orang berminat untuk melakukan persaingan dengan pihak-pihak lain. Selagi kita muda kita diajarkan, di dalam tiap-tiap kasus ada kebajikan atau hikmah yang terbaik. Kebanyakan dari kita didalam bisnis mempunyai satu misi yang terkait dengan rencana-rencana. Kita mengarahkan energi dan sumber daya kita ke arah tujuan keberhasilan misi kita yang kita kembangkan sepanjang perjanjian-perjanjian. Para pemberi kerja tergantung pada karyawan, para pelanggan tergantung pada para penyalur, bank-bank tergantung pada peminjam dan pada setiap pelaku atau para pihak sekarang tergantung pada para pihak terdahulu dan ini akan berlangsung secara terus menerus. Oleh karena itu kita menemukan bahwa bisnis yang berhasil dalam masa yang panjang akan cenderung untuk membangun semua hubungan atas mutu, kejujuran dan kepercayaan (Richard Lancaster dalam David Stewart: 1996)
Apa yang mendasari para pengambil keputusan yang berperan untuk pengambilan keputusan yang tak pantas dalam bekerja? Para manajer menunjuk pada tingkah laku dari atasan-atasan mereka dan sifat alami kebijakan organisasi mengenai pelanggaran etika atau moral. Karenanya kita berasumsi bahwa suatu organisasi etis, merasa terikat dan dapat mendirikan beberapa struktur yang memeriksa prosedur untuk mendorong oraganisasi ke arah etika dan moral bisnis. Organisasi memiliki kode-kode sebagai alat etika perusahaan secara umum. Tetapi timbul pertanyaan: dapatkah suatu organisasi mendorong tingkah laku etis pada pihak manajerial-manajerial pembuat keputusan? (Laura Pincus hartman:1998)Alasan mengejar keuntungan, atau lebih tepat, keuntungan adalah hal pokok bagi kelangsungan bisnis merupakan alasan utama bagi setiap perusahaan untuk berprilakutidak etis. Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk, bahkan secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima. Karena pertama, secara moral keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan (survive) dalam kegiatan bisnisnya.Kedua, tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang produktif dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Ketiga, keuntungan tidak hanya memungkinkan perusahaan survive melainkan dapat menghidupi karyawannya ke arah tingkat hidup yang lebih baik. Keuntungan dapat dipergunakan sebagai pengembangan (expansi) perusahaan sehingga hal ini akan membuka lapangan kerja baru.
Dalam mitos bisnis amoral diatas sering dibayangkan bisnis sebagai sebuah medan pertempuran. Terjun ke dunia bisnis berarti siap untuk betempur habis-habisan dengan sasaran akhir yakni meraih keuntungan, bahkan keuntungan sebesar-besarnya secara konstan. Ini lebih berlaku lagi dalam bisnis global yang mengandalkan persaingan ketat. Pertanyaan yang harus dijawab adalah, apakah tujuan keuntungan yang dipertaruhkan dalam bisnis itu bertentangan dengan etika? Atau sebaliknya apakah etika bertentangan dengan tujuan bisnis mencari keuntungan? Masih relevankah kita bicara mengenai etika bagi bisnis yang memiliki sasaran akhir memperoleh keuntungan?
Dalam mitos bisnis modern para pelaku bisnis dituntut untuk menjadi orang-orang profesional di bidangnya. Mereka memiliki keterampilan dan keahlian bisnis melebihi orang kebanyakan, ia harus mampu untuk memperlihatkan kinerja yang berada diatas rata-rata kinerja pelaku bisnis amatir. Yang menarik kinerja ini tidak hanya menyangkut aspek bisnis, manajerial, dan organisasi teknis semata melainkan juga menyangkut aspek etis. Kinerja yang menjadi prasarat keberhasilan bisnis juga menyangkut komitmen moral, integritas moral, disiplin, loyalitas, kesatuan visi moral, pelayanan, sikap mengutamakan mutu, penghargaan terhadap hak dan kepentingan pihak-pihak terkait yang berkepentingan (stakeholders), yang lama kelamaan akan berkembang menjadi sebuah etos bisnis dalam sebuah perusahaan. Perilaku Rasulullah SAW yang jujur transparan dan pemurah dalam melakukan praktik bisnis merupakan kunci keberhasilannya mengelola bisnis Khodijah ra, merupakan contoh kongkrit tentang moral dan etika dalam bisnis.Dalam teori Kontrak Sosial membagi tiga aktivitas bisnis yang terintegrasi. Pertama adalah Hypernorms yang berlaku secara universal yakni ; kebebasan pribadi, keamanan fisik & kesejahteraan, partisipasi politik, persetujuan yang diinformasikan, kepemilikan atas harta, hak-hak untuk penghidupan, martabat yang sama atas masing-masing orang/manusia.
Kedua, Kontrak Sosial Makro, landasan dasar global adalah; ruang kosong untuk muatan moral, persetujuan cuma-cuma dan hak-hak untuk diberi jalan keluar, kompatibel dengan hypernorms, prioritas terhadap aturan main. Ketiga, Kontrak Sosial Mikro, sebagai landasan dasar komunitas; tidak berdusta dalam melakukan negosiasi-negosiasi, menghormati semua kontrak, memberi kesempatan dalam merekrut pegawai bagi penduduk lokal, memberi preferensi kontrak para penyalur lokal, menyediakan tempat kerja yang aman (David J. Frizsche: 1997)Dalam semua hubungan, kepercayaan adalah unsur dasar. Kepercayaan diciptakan dari kejujuran. Kejujuran adalah satu kualitas yang paling sulit dari karakter untuk dicapai didalam bisnis, keluarga, atau dimanapun gelanggang tempat orang-orang berminat untuk melakukan persaingan dengan pihak-pihak lain. Selagi kita muda kita diajarkan, di dalam tiap-tiap kasus ada kebajikan atau hikmah yang terbaik. Kebanyakan dari kita didalam bisnis mempunyai satu misi yang terkait dengan rencana-rencana. Kita mengarahkan energi dan sumber daya kita ke arah tujuan keberhasilan misi kita yang kita kembangkan sepanjang perjanjian-perjanjian. Para pemberi kerja tergantung pada karyawan, para pelanggan tergantung pada para penyalur, bank-bank tergantung pada peminjam dan pada setiap pelaku atau para pihak sekarang tergantung pada para pihak terdahulu dan ini akan berlangsung secara terus menerus. Oleh karena itu kita menemukan bahwa bisnis yang berhasil dalam masa yang panjang akan cenderung untuk membangun semua hubungan atas mutu, kejujuran dan kepercayaan (Richard Lancaster dalam David Stewart: 1996)
Selasa, 19 April 2011
pengertian cv/riwayat hidup
Riwayat hidup/cv adalah catatan singkat tengatang gambaran diri seseorang. Selain berisi data pribadi, gambaran diri itu paling tidak harus di isi keterangan tentang pendidikan atau keahlian dan pengalaman. Dengan data itu riwayat hidup akan memberikan gambaran atau kualifikasi seseorang.
Dari segi penampilannya riwayat hidup tidak mempunyai bentuk standard. Riwayat hidup ditulis seperti karangan singkat, diawali oleh judul dan ditutup oleh rangkaian tanggal, tanda tangan dan nama. Sebenarnya riwayat hidup termasuk surat keterangan, dalam hal ini keterangan pribadi.
Isi riwayat hidup dapat dikelompokan dalam empat sampai lima subjudul.
Data Pribadi
Yang perlu dicantumkan dalam data pribadi yang terpenting saja. Data pribadi dalam riwayat hidup meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, jati diri (nomor KTP) dan alamat (domisili pada saat melamar).
Adapun data lain seperti kewarganegaraan, suku bangsa, agama. tinggi dan berat badan pencatumannya supaya di sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika pencantuman itu berdampak positif baru di cantumkan, tetapi apabila mubazir lebih baik tidka perlu di cantumkan.
Pendidikan
Cara penulisan riwayat pendidikan sebagai subjudul urutannya adalah sebagai berikut:
* Apabila pada subjudul hanya di tulis pendidikan, urutan penulisannya dapat terbalik, dimulai dari pendidikan tertinggi, lalu menurun ke tingak yang lebih rendah.
* Apabila pada subjudul ditulis riwayat pendidikan, maka urutan penulisannya harus dimulai dari yang lebih tinggi dan seterusnya, sebab kata riwayat mengandung pengertian chronologis.
* Apabila pernah mengikuti pendidikan nonformal disamping pendidikan formal, maka menulisnya pendidikan formal dahulu, kemudian diikuti pendidikan nonformal
Pengalaman Bekerja
Untuk pelamar yang telah mempunyai pengalaman bekerja dapat menyebutkannya dalam riwayat hidup. Pengalaman tersebut disusun secara chronologis, masing-masing dimulai kapan bekerja ( dari tahun berapa sampai tahun berapa , menjabat sebagai apa, dimana dan mengapa berhenti dari tempat itu ( apabila pelamar berhenti secara baik).
Keterangan Lain
Data yang tidak dapat dimasukan ke dalam subjudul yang sudah ada, dapat dimasukan ke dalam subjudul keterangan lain ini. Data yang masuk ke dalam keterangan laion adalah sesuatu yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal. Keterangan yang dicantumkan hendaknya yang ada hubungannya dengan bidang yang dilamar.
Referensi Pribadi
Yang dimaksud referensi adalah keterangan dari orang-orang tertentu tentang diri pelamar. Di dalam surat lamaran tau di dalam riwayat hidup pelamar menunjuk nama orang tertentu sebagai referensinya. Orang yang di tunjuk sebagai referensi untuk keperluan melamar pekerjaan adalah mantan atasan, mantan guru atau teman dekat. Orang yang ditunjuk sebagai referensi sebaiknya adalah orang yang lebih tua dari pelamar. Diutamakan yang pangkat dan jabatannya cukup tinggi.
Dari segi penampilannya riwayat hidup tidak mempunyai bentuk standard. Riwayat hidup ditulis seperti karangan singkat, diawali oleh judul dan ditutup oleh rangkaian tanggal, tanda tangan dan nama. Sebenarnya riwayat hidup termasuk surat keterangan, dalam hal ini keterangan pribadi.
Isi riwayat hidup dapat dikelompokan dalam empat sampai lima subjudul.
Data Pribadi
Yang perlu dicantumkan dalam data pribadi yang terpenting saja. Data pribadi dalam riwayat hidup meliputi nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, status perkawinan, jati diri (nomor KTP) dan alamat (domisili pada saat melamar).
Adapun data lain seperti kewarganegaraan, suku bangsa, agama. tinggi dan berat badan pencatumannya supaya di sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jika pencantuman itu berdampak positif baru di cantumkan, tetapi apabila mubazir lebih baik tidka perlu di cantumkan.
Pendidikan
Cara penulisan riwayat pendidikan sebagai subjudul urutannya adalah sebagai berikut:
* Apabila pada subjudul hanya di tulis pendidikan, urutan penulisannya dapat terbalik, dimulai dari pendidikan tertinggi, lalu menurun ke tingak yang lebih rendah.
* Apabila pada subjudul ditulis riwayat pendidikan, maka urutan penulisannya harus dimulai dari yang lebih tinggi dan seterusnya, sebab kata riwayat mengandung pengertian chronologis.
* Apabila pernah mengikuti pendidikan nonformal disamping pendidikan formal, maka menulisnya pendidikan formal dahulu, kemudian diikuti pendidikan nonformal
Pengalaman Bekerja
Untuk pelamar yang telah mempunyai pengalaman bekerja dapat menyebutkannya dalam riwayat hidup. Pengalaman tersebut disusun secara chronologis, masing-masing dimulai kapan bekerja ( dari tahun berapa sampai tahun berapa , menjabat sebagai apa, dimana dan mengapa berhenti dari tempat itu ( apabila pelamar berhenti secara baik).
Keterangan Lain
Data yang tidak dapat dimasukan ke dalam subjudul yang sudah ada, dapat dimasukan ke dalam subjudul keterangan lain ini. Data yang masuk ke dalam keterangan laion adalah sesuatu yang tidak diperoleh melalui pendidikan formal. Keterangan yang dicantumkan hendaknya yang ada hubungannya dengan bidang yang dilamar.
Referensi Pribadi
Yang dimaksud referensi adalah keterangan dari orang-orang tertentu tentang diri pelamar. Di dalam surat lamaran tau di dalam riwayat hidup pelamar menunjuk nama orang tertentu sebagai referensinya. Orang yang di tunjuk sebagai referensi untuk keperluan melamar pekerjaan adalah mantan atasan, mantan guru atau teman dekat. Orang yang ditunjuk sebagai referensi sebaiknya adalah orang yang lebih tua dari pelamar. Diutamakan yang pangkat dan jabatannya cukup tinggi.
contoh cv
Contoh ke 1.
Cibinong, 20 April 2011
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong
Dengan hormat,
Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir
Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Florentina Putri
: Probolinggo, 5 Agustus 1979
: Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta
: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Cibinong 16913
: 021 - 87903802, HP = 0817 9854 203, e-mail = putri.flo@gmail.com
: Menikah.
Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Florentina Putri
Cibinong, 20 April 2011
Hal : Lamaran Pekerjaan
Kepada Yth.,
Manajer Sumber Daya Manusia
PT. Hand's Parmantindo
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong
Dengan hormat,
Bpk. Bambang Satrio, seorang asisten editor di PT. Hand's Parmantindo, menginformasikan kepada saya tentang rencana pengembangan Departemen Finansial PT. Hand's Parmantindo.
Sehubungan dengan hal tersebut, perkenankan saya mengajukan diri (melamar kerja) untuk bergabung dalam rencana pengembangan PT. Hand's Parmantindo.
Mengenai diri saya, dapat saya jelaskan sebagai berikut :
Nama
Tempat & tgl. lahir
Pendidikan Akhir
Alamat
Telepon, HP, e-mail
Status Perkawinan
: Florentina Putri
: Probolinggo, 5 Agustus 1979
: Sarjana Akuntansi Universitas Pancasila - Jakarta
: Perum Bojong Depok Baru 1, Blok ZT No.3, Cibinong 16913
: 021 - 87903802, HP = 0817 9854 203, e-mail = putri.flo@gmail.com
: Menikah.
Saat ini saya bekerja di PT. Flamboyan Bumi Singo, sebagai staf akuntasi dan perpajakan, dengan fokus utama pekerjaan di bidang finance dan perpajakan.
Sebagai bahan pertimbangan, saya lampirkan :
1. Daftar Riwayat Hidup.
2. Foto copy ijazah S-1.
3. Foto copy sertifikat kursus/pelatihan.
4. Pas foto terbaru.
Besar harapan saya untuk diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya. Seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman potensi dan seorang pekerja keras.
Demikian saya sampaikan. Terima kasih atas perhatian Bapak.
Hormat saya,
Florentina Putri
Minggu, 20 Maret 2011
referensi musik
referensi musik ran:
Jenis: 36KB JPG
Rayi dan Asta mulai bermain musik bersama sejak sekolah di SMA Al-Izhar, Pondok Labu. Bersama teman-temannya, mereka sempat membentuk band bernama F.R.D. (Funk Rap Disco) dan menjuarai berbagai lomba band antar sekolah. Setelah lulus SMA, badn ini vakum lantaran beberapa personelnya melanjutkan studi ke luar negeri. Saat akan mengikuti Indonesian Song Festival 2006 yang digelar stasiun televisi JakTV, mereka pun menggaet Nino, adik kelas mereka untuk bergabung dalam sebuah band. Lagu "Pandangan Pertama" berhasil meraih juara kedua pada festival itu. Lagu ini pula yang mengenalkan RAN pada produser Dondy Soedjono yang kemudian menyodorkan demo ini ke Universal Music Indonesia. Akhir tahun 2007, RAN merilis album debut RAN For Your Life di bawah manajemen dan label Universal Music Indonesia.
RAN yang hanya tampil bertiga kerap membawa additional player saat tampil langsung. Biasanya, mereka tampil bersebelas dengan dua gitar, dua keyboard, dua backing vokal, seorang drumer dan pemain perkusi. Yang sering tampil bareng mereka adalah Kopay (bas), Rama (drum), Abe (perkusi) dan Nina (keyboard).
kesimpula:group band ran sangat di gemari kalangan wanita tetapi juga pria..mengapa ran kebanyakan fansnya wanita karena lagu hitsnya adalah tentang percintaan saat ini..ran juga sangat bagus dalam bernyanyi..mereka membagikan nada-nada suara yang sangat hits banget..makanya ran sangat beda sama group-group band lainnya...
saran:buat ran kalau bisa buat lagunya jangan terlalu banyak percintaan tapi tentang kehidupan juga serta kalau bisa mengarang lagu tentang bangsa dan negara supaya lebih luas di kalangan dunia musik indonesia...
Jenis: 36KB JPG
Rayi dan Asta mulai bermain musik bersama sejak sekolah di SMA Al-Izhar, Pondok Labu. Bersama teman-temannya, mereka sempat membentuk band bernama F.R.D. (Funk Rap Disco) dan menjuarai berbagai lomba band antar sekolah. Setelah lulus SMA, badn ini vakum lantaran beberapa personelnya melanjutkan studi ke luar negeri. Saat akan mengikuti Indonesian Song Festival 2006 yang digelar stasiun televisi JakTV, mereka pun menggaet Nino, adik kelas mereka untuk bergabung dalam sebuah band. Lagu "Pandangan Pertama" berhasil meraih juara kedua pada festival itu. Lagu ini pula yang mengenalkan RAN pada produser Dondy Soedjono yang kemudian menyodorkan demo ini ke Universal Music Indonesia. Akhir tahun 2007, RAN merilis album debut RAN For Your Life di bawah manajemen dan label Universal Music Indonesia.
RAN yang hanya tampil bertiga kerap membawa additional player saat tampil langsung. Biasanya, mereka tampil bersebelas dengan dua gitar, dua keyboard, dua backing vokal, seorang drumer dan pemain perkusi. Yang sering tampil bareng mereka adalah Kopay (bas), Rama (drum), Abe (perkusi) dan Nina (keyboard).
kesimpula:group band ran sangat di gemari kalangan wanita tetapi juga pria..mengapa ran kebanyakan fansnya wanita karena lagu hitsnya adalah tentang percintaan saat ini..ran juga sangat bagus dalam bernyanyi..mereka membagikan nada-nada suara yang sangat hits banget..makanya ran sangat beda sama group-group band lainnya...
saran:buat ran kalau bisa buat lagunya jangan terlalu banyak percintaan tapi tentang kehidupan juga serta kalau bisa mengarang lagu tentang bangsa dan negara supaya lebih luas di kalangan dunia musik indonesia...
Langganan:
Postingan (Atom)
